Warga Kutalimbaru Geram: Judi Sabung Ayam Merajalela, Polisi Bungkam?


Matalensa.my.id, Kutalimbaru, Deli Serdang – Warga di sekitar Pasar 2, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, kini hidup dalam kekecewaan. Pasalnya, arena judi sabung ayam semakin menjadi-jadi, namun aparat kepolisian setempat seolah tutup mata.
 
Masyarakat merasa Polsek Kutalimbaru gagal menindak tegas praktik ilegal ini. Arena sabung ayam di Pasar 2 tetap ramai dan bebas beroperasi, tanpa sentuhan hukum sama sekali. Kondisi ini bukan hanya meresahkan, tetapi juga mengikis kepercayaan warga terhadap institusi kepolisian.
 
"Kami sudah muak melihat sabung ayam ini terus dibiarkan. Seolah Polsek Kutalimbaru tidak berani bertindak. Kami mendesak Kapolrestabes Medan untuk turun tangan langsung," ujar Lubis (46), seorang warga yang merasa geram dengan situasi ini.
 

Keresahan serupa juga diungkapkan oleh Sembiring, yang merasa terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas sabung ayam tersebut. "Teriakan para penonton saat ayam diadu sangat bising, sampai terdengar ke mana-mana. Mereka tidak peduli dengan kenyamanan warga sekitar," keluhnya.
 
Menurut informasi yang dihimpun warga, arena judi sabung ayam ini rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu. Jumlah taruhan yang beredar pun tidak main-main. Saat acara berlangsung, lokasi selalu dipadati pengunjung, namun tidak pernah terlihat adanya penertiban dari pihak berwajib.
 
"Setiap ada 'event', pasti ramai sekali. Justru saat itulah seharusnya polisi hadir dan bertindak. Kami hanya ingin penegakan hukum yang benar-benar ditegakkan," tegas warga lainnya.
 
Sayangnya, upaya konfirmasi dari pihak media kepada jajaran Polsek Kutalimbaru tidak membuahkan hasil. Kapolsek Kutalimbaru, AKP Idem Sitepu, serta Waka Polsek dan Kanit Reskrim, tidak memberikan respons saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
 
Sikap bungkam dari pihak kepolisian ini semakin memperkuat dugaan warga bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam upaya pemberantasan praktik perjudian di wilayah mereka. Apakah benar ada pembiaran? Warga berharap ada tindakan nyata dari pihak berwenang agar rasa keadilan dan ketertiban dapat kembali dirasakan.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar