Matalensa.my.id, Desa Trucuk, Bojonegoro 29/12/2025 – Pekerjaan proyek saluran/udit di RT 15 Desa Trucuk yang diduga dilaksanakan oleh CV Rendra Jaya sedang menjadi perhatian warga karena pelaksanaannya yang terkesan tidak sesuai spesifikasi dan standar yang ditetapkan. Berbagai kekurangan terlihat selama proses pemasangan, mulai dari pelanggaran teknis hingga ketidakhadiran pengawas.
Menurut laporan warga, saluran yang seharusnya dipasang setelah dipasang lante dasar pedel atau cor (LC) justru dipasang langsung setelah tanah dikeruk. Tahapan pondasi yang wajib menurut spesifikasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya tidak dilakukan, sehingga kualitas struktur saluran menjadi teryakinan.
Selain itu, pekerja yang terlibat dalam proyek tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) apapun selama bekerja. Hal ini menempatkan keselamatan mereka pada risiko kecelakaan kerja yang potensial. Lebih jauh, konsultan pengawas yang seharusnya memantau setiap tahapan pekerjaan tidak pernah terlihat di lokasi selama pemasangan berlangsung.
"Kami merasa khawatir karena pekerjaan terkesan amburadul dan tidak sesuai spek. Tanpa pondasi yang benar, saluran bisa rusak cepat. Tanpa APD dan pengawas, siapa yang menjamin keselamatan dan kualitasnya?" ujar salah satu warga RT 15 yang tidak mau disebutkan namanya.
Merespons kekhawatiran ini, marga di RT 15 mengajak pihak terkait untuk melakukan audit mendalam. Mereka meminta Dinas PU Cipta Karya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan jika perlu Bapak Bupati Bojonegoro untuk turun langsung memeriksa pelaksanaan dan kualitas proyek ini.
"Tujuan proyek ini adalah untuk kesejahteraan warga, jadi harus dijalankan dengan benar dan bertanggung jawab. Harap pihak berwenang segera mengambil tindakan agar proyek ini memenuhi standar yang ditetapkan," tegas perwakilan marga.
Tim/red
0 Komentar