Pembangunan Alun-Alun Lumajang Terancam Molor, Perayaan Harjalu Terancam Terganggu


Matalensa.my.id, Lumajang - Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang untuk menggunakan alun-alun baru senilai Rp 3,6 miliar dalam perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, hingga saat ini, progres pekerjaan baru mencapai 75 persen.
 
Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa target penyelesaian pada bulan Desember ini sulit tercapai. "Sampai saat ini masih 75 persen dan sulit rampung pada bulan ini," ujarnya.
 
Meskipun Pemkab Lumajang telah meminta pihak rekanan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dan membersihkan area alun-alun pada tanggal 10 Desember, sumber tersebut pesimis target tersebut dapat terpenuhi. "Kalau sudah rampung tanggal 10, tanggal 15 Desember digunakan untuk kegiatan Harjalu," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, sumber tersebut menjelaskan bahwa pemasangan granit masih minim dan proses finishing membutuhkan waktu yang cukup lama. Warga juga mengeluhkan kualitas granit yang dinilai kurang memuaskan. "Meski granit yang digunakan merk Roman, tapi sepertinya warna kurang bagus," keluhnya.
 
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek rehabilitasi alun-alun, Ir. Gunawan, membenarkan bahwa progres pekerjaan masih 75 persen berdasarkan laporan konsultan pengawas. "Saya menyuruh rekanan sebisa mungkin menyelesaikan sebelum tanggal 15 Desember," katanya. Ia berharap tidak ada kendala dalam penyelesaian pekerjaan sehingga target dapat tercapai.
 
Sementara itu, Direktur CV. Guna Bakti, Arif A. Suhardiyanto, menyatakan pihaknya berupaya menyelesaikan pekerjaan pada tanggal 10 Desember. "Sebenarnya kontrak tanggal 17, sebelum kontrak habis akan kami selesaikan," pungkasnya.
 
Dengan progres pekerjaan yang masih berjalan lambat, perayaan Harjalu di alun-alun baru Lumajang terancam terganggu. Masyarakat berharap pihak terkait dapat mempercepat penyelesaian proyek ini agar alun-alun dapat segera dinikmati dan menjadi kebanggaan warga Lumajang.

Red/tim

Posting Komentar

0 Komentar