KAB. MAMBERAMO TENGAH, matalensa.my.id – Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/DY Pos Eragayam bekerja sama dengan Puskesmas Eragayam menyelenggarakan kegiatan pelayanan pemeriksaan malaria bagi personel Satgas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat, mencegah penyakit, serta memulihkan kesehatan, dengan fokus utama pada pencegahan malaria dan masalah kesehatan lainnya.
Edukasi malaria oleh TNI di Papua dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pelayanan kesehatan terpadu, pemberian informasi langsung, penggunaan kelambu berinsektisida, dan pembagian obat profilaksis untuk prajurit, yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan meminimalkan risiko penularan malaria.
Sebagai wujud komitmen dalam menjaga hubungan baik dengan Puskesmas dan meningkatkan kesehatan personel, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/DY yang dipimpin oleh Danpos Eragayam, Letda Inf Anggi Hardika, melaksanakan kegiatan pemeriksaan malaria di Aula Distrik Eragayam pada 1 November 2025.
"Kegiatan pemeriksaan malaria ini dilaksanakan oleh personel Pos Eragayam bekerja sama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Eragayam, kepala desa, bidan desa, dan dinas kesehatan dari Kab. Mamberamo Tengah," ujar Letda Inf Anggi Hardika.
Ibu Vera, seorang tenaga medis dari Puskesmas Eragayam, melaksanakan kegiatan dengan ramah tamah, bertujuan untuk memeriksa kesehatan tubuh, menjaga kesehatan, dan mendeteksi dini potensi gejala penyakit.
Setelah kegiatan, Puskesmas Eragayam menyampaikan terima kasih kepada personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/DY atas partisipasinya sehingga kegiatan pemeriksaan malaria dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E, M.I.P, mendukung program nasional eliminasi malaria di Indonesia. Satgas Yonif 521/DY berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan prajurit tentang pencegahan malaria, terutama penyakit yang sering ditemukan di wilayah Papua. Kegiatan ini juga bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran prajurit agar dapat menjalankan tugas dengan maksimal dan meminimalkan risiko malaria yang dapat mempengaruhi kinerja.
Kegiatan ini mempererat hubungan antara TNI dan instansi terkait dalam pengabdian kepada masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan langsung, dan edukasi yang sangat dibutuhkan di daerah terpencil.
Tim/red
0 Komentar