Matalensa.my.id, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Imbauan ini dikeluarkan menyusul adanya laporan mengenai aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh akun-akun palsu tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro,Hari Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan akun-akun palsu yang menggunakan foto profil dan nama Bupati Setyo Wahono.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama jika informasi tersebut berasal dari akun yang tidak terverifikasi," ujar Hari widodo, Selasa (07/01/2026).
Hari menambahkan, akun media sosial resmi milik Bupati Setyo Wahono telah terverifikasi dan memiliki tanda centang biru. Masyarakat diharapkan untuk selalu memverifikasi keaslian akun sebelum berinteraksi atau mempercayai informasi yang disampaikan.
"Jika masyarakat menemukan akun media sosial yang mencurigakan dan mengatasnamakan Bupati Setyo Wahono, kami mohon untuk segera melaporkannya kepada Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro atau pihak berwajib," imbuhnya.
Pemkab Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi atau informasi sensitif lainnya kepada akun-akun yang tidak dikenal atau mencurigakan.
"Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul akibat interaksi dengan akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Bupati Setyo Wahono," tegas Hari.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat Bojonegoro dapat lebih waspada dan terhindar dari potensi penipuan atau penyalahgunaan informasi yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk terus berupaya melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan informasi. Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas media sosial dan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menindak tegas pelaku pemalsuan identitas dan penyebaran informasi hoaks.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring sebelum sharing, verifikasi sebelum mempercayai.
(Red)
0 Komentar