Program Gayatri Terbukti Berdampak Ekonomi Nyata Bagi Masyarakat Bojonegoro


Matalensa.my.id - Bojonegoro, 7 November 2025 – Program Gayatri, sebuah inisiatif Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat penerima manfaat. Hal ini terungkap dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ayam Petelur yang diselenggarakan di Kecamatan Ngasem pada Kamis, 6 November 2025.
 
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, hadir dalam acara tersebut bersama 110 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari berbagai desa di Kecamatan Ngasem. Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pengarahan teknis terkait budidaya ayam petelur, mulai dari penanganan awal hingga pencegahan penyakit.
 
Menurut Kepala Bidang Peternakan, Fajar, hasil pilot project di 10 desa sebelumnya menunjukkan bahwa setiap KPM memperoleh pendapatan tambahan sebesar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan dari penjualan telur, setelah subsidi pakan berakhir. Potensi peningkatan pendapatan masih terbuka melalui pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik.
 
Pada tahun 2025, Program Gayatri telah menyasar 400 KPM di 5 kecamatan dan 10 desa melalui APBD Induk. Jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 5.000 KPM di 389 desa dan 28 kecamatan melalui P-APBD 2025. Total paket yang disalurkan meliputi 26.100 ekor ayam petelur, 160 ton pakan, 8.100 unit kandang, dan obat-obatan pendukung pemeliharaan.
 
Bupati Setyo Wahono menekankan pentingnya pengawalan dan pendampingan dari seluruh pihak agar manfaat Program Gayatri dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. Ia berharap agar KPM dapat melanjutkan usaha ini secara mandiri setelah masa bantuan berakhir.
 
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap Program Gayatri dapat berkembang menjadi gerakan ekonomi keluarga yang berkelanjutan dan mandiri, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
 
tim/red

Posting Komentar

0 Komentar