Bojonegoro, 20 September 2025 –matalensa.my.id., Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengumumkan alokasi dana sebesar Rp 806 miliar untuk pembangunan infrastruktur desa. Inisiatif ini bertujuan untuk mendongkrak ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana tersebut akan disalurkan melalui program Bantuan Keuangan Kepada Desa (BKKD) dan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas jalan, jembatan, serta sarana dan prasarana penting lainnya di 320 desa di seluruh kabupaten.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab dan efektif. Beliau menyatakan, "Kita harus memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat." Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan BKKD yang Bersifat Khusus Tahun 2025, Jumat, 19 September 2025.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan di tingkat desa. Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemkab Bojonegoro berencana mengalokasikan dana abadi sebesar Rp 500 miliar pada tahun 2026 untuk mendukung sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BIMA PR) Kabupaten Bojonegoro, Chusaifi Ivan, menambahkan bahwa Bimtek diselenggarakan untuk memastikan pembangunan di desa berjalan sukses dan sesuai rencana. "Kami siap mendampingi desa-desa dalam menyusun perencanaan teknis yang matang," ujarnya, mengingat waktu yang terbatas sebelum penyaluran BKKD.
Dengan investasi besar ini, Pemkab Bojonegoro berharap dapat mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta membuka aksesibilitas yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. Pembangunan infrastruktur desa ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan Bojonegoro secara keseluruhan.
(Tim/Red)

0 Komentar