SIDOARJO,matalensa.my.id ,1 November 2025 – Suasana duka mendalam masih terasa di kediaman keluarga almarhum Fairuz Sirojudin, seorang santri asal Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, yang menjadi korban dalam musibah runtuhnya mushola Pondok Pesantren Al Khoziny. Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., bersama Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si., hadir langsung untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan kepada keluarga korban pada Sabtu (1/11/2025).
Kunjungan ini menjadi manifestasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap warganya yang tengah berduka. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Camat Tulangan, Asmara Hadi, S.STP., M.AP, Kepala Desa Singopadu, Fahrudin Erfian Yulmi, perwakilan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Hamdani, Plt Kapolsek Tulangan, AKP Soeharsono, Danramil Tulangan, Kapten Arh Aan Chunaidi, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Singopadu.
Bupati Subandi menyerahkan langsung bantuan kepada keluarga almarhum Fairuz, sebagai simbol kepedulian Pemkab Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa duka yang mendalam dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya ananda Fairuz Sirojudin. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran," ujar Bupati Subandi dengan nada penuh haru.
Bupati Subandi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap bangunan publik, terutama tempat pendidikan dan ibadah. "Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan setiap bangunan keagamaan dan lembaga pendidikan memiliki standar keselamatan yang memadai. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami," tegasnya.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si., juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum Fairuz. Ia menyalami satu per satu anggota keluarga dengan penuh kehangatan dan ikut serta dalam doa bersama.
"Kami semua merasa sangat kehilangan. Almarhum Fairuz adalah anak yang berbakti dan menjadi kebanggaan keluarga. Duka ini bukan hanya milik keluarga, tapi juga duka bagi seluruh masyarakat Sidoarjo," ujar Dhamroni dengan nada lirih.
Dhamroni menambahkan bahwa tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan bangunan yang digunakan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi musibah ini. "Sebagai wakil rakyat, saya turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Kami di DPRD bersama pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan keselamatan masyarakat dalam setiap aspek kehidupan. Namun, yang terpenting saat ini adalah memberikan dukungan moral dan doa bagi keluarga yang ditinggalkan," ungkapnya.
Sukirman, ayah almarhum Fairuz, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan sosok anaknya. "Fairuz anak yang pendiam, sopan, dan tidak pernah membantah orang tua. Ia selalu berusaha membuat kami bangga. Kami sangat kehilangan, tapi kami ikhlas karena ini sudah kehendak Allah," ucapnya lirih.
Suasana di rumah duka semakin hening saat Sukirman menceritakan sosok putranya. Para tamu yang hadir, termasuk para pejabat dan tokoh masyarakat, tampak ikut meneteskan air mata mengenang kebaikan almarhum. Fairuz dikenal sebagai santri yang rajin, patuh, dan berbakti kepada orang tua. Warga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang rendah hati dan santun terhadap siapa pun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman-teman, dan para pengasuh di Pondok Pesantren Al Khoziny
Red/tim**
0 Komentar