PT Barapala Menegaskan Keterbukaan dan Menyesalkan Bentrokan di Unterudang


Matalensa.my.id, Medan, – PT Barumun Raya Padang Langkat (Barapala) menyatakan penyesalannya atas bentrokan yang terjadi antara sekelompok warga dengan pihak keamanan perusahaan di Desa Unterudang, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padanglawas. Bentrokan tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas perusahaan dan pembakaran aset.
 
Direktur PT Barapala, M Syukri, menyampaikan bahwa perusahaan mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 5 miliar akibat tindakan anarkis tersebut. "Kami sangat menyesalkan aksi demo yang berujung pada pembakaran. Seharusnya, aspirasi dapat disampaikan melalui dialog, bukan dengan kekerasan," ujarnya di Medan, Kamis (20/11).
 

PT Barapala Terbuka untuk Dialog
 
Syukri menegaskan bahwa PT Barapala selalu terbuka untuk berdialog dengan masyarakat, terutama melalui enam desa yang telah menjalin kerja sama. "Kami siap berdialog kapan saja, dengan mediasi dari Forkopimda. Kehadiran perusahaan ini bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat, dan kami terus berupaya mengakomodasi berbagai keinginan," tambahnya.
 
Legalitas Perusahaan Terjamin
 
Menanggapi isu yang beredar, Syukri memastikan bahwa PT Barapala memiliki legalitas usaha perkebunan yang sah, termasuk Izin Usaha Perkebunan (IUP), Izin Lingkungan, dan Izin Lokasi. Proses penyelesaian Hak Guna Usaha (HGU) masih berlangsung dengan melengkapi persyaratan administrasi.
 
Kompensasi Rutin Sejak 1996
 
Mengenai tuntutan plasma, perusahaan menjelaskan bahwa pola tersebut telah diganti dengan kompensasi rutin sebesar Rp 150 juta per bulan kepada warga di enam desa sekitar sejak tahun 1996. Proses ini selalu dipantau oleh Forkopimda, dengan kepala desa yang mengambil langsung kompensasi setiap bulan.
 
Permohonan Pengusutan Tuntas
 
Manajemen PT Barapala meminta Polres Padang Lawas untuk mengusut tuntas aksi pengrusakan dan pembakaran aset perusahaan. "Kami memohon agar pihak keamanan segera memproses pelaku aksi anarkis yang merusak aset perusahaan, agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Syukri.
 
Tim/red

Posting Komentar

0 Komentar