Ironi Sidak Proyek di Bojonegoro, Anggota Dewan Tegur Pekerja Tanpa APD, Justru Tak Kenakan APD


Matalensa.my.id - Bojonegoro,Sebuah ironi terjadi saat Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan drainase di wilayah perkotaan, Selasa (4/11/2025). Alih-alih menegur pekerja terkait penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), anggota dewan justru menjadi sorotan karena kedapatan tidak mengenakan APD saat berada di lokasi proyek.
 
Foto-foto anggota Komisi D yang berjalan di area proyek tanpa helm keselamatan dan sepatu pelindung dengan cepat menyebar di media sosial, memicu kritik pedas dari warganet dan aktivis setempat. Sikap para wakil rakyat tersebut dinilai tidak pantas dan mencederai semangat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
 
Aktivis muda Bojonegoro, Bambang, mengecam tindakan anggota Komisi D sebagai bentuk hipokrisi dan ketidakpedulian terhadap keselamatan kerja. "Bagaimana mungkin menegur pekerja jika mereka sendiri tidak memberikan contoh yang baik? Ini tindakan yang kontradiktif dan memalukan," tegasnya.
 
Bambang menyoroti tiga poin penting terkait kejadian ini:
 
- Teladan bagi Publik: Sebagai pengawas pembangunan, anggota dewan seharusnya menjadi contoh nyata dalam penerapan K3.
- Risiko Nyata di Lapangan: Lokasi proyek memiliki potensi bahaya seperti material jatuh, tanah licin, dan alat berat. Tanpa APD, risiko kecelakaan meningkat.
- Kredibilitas Lembaga: Menegur pekerja soal K3 namun tidak menerapkannya sendiri menurunkan wibawa dan kredibilitas DPRD di mata masyarakat.
 
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi DPRD Bojonegoro, menyoroti kurangnya kesadaran sebagian wakil rakyat terhadap etika dan keselamatan di lapangan. Publik mendesak DPRD Bojonegoro untuk melakukan evaluasi internal dan memberikan sanksi tegas kepada anggota Komisi D yang melanggar prosedur keselamatan

Red/tim ***

Posting Komentar

0 Komentar