JAMBI, matalensa.my.id – Aliansi Pemuda Peduli Jambi (APPJ) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut tuntas dugaan suap dalam pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2024–2029. Desakan ini disampaikan dalam aksi damai di depan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (30/10/2025), yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Koordinator APPJ menyatakan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian generasi muda terhadap marwah demokrasi dan integritas wakil rakyat, khususnya dari daerah Jambi. "Kami menilai dugaan praktik suap dalam pemilihan pimpinan DPD RI merupakan pengkhianatan terhadap amanah rakyat. KPK harus segera menindaklanjuti laporan dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu," ujar perwakilan APPJ di sela aksi.
APPJ menekankan bahwa penyelesaian kasus ini sangat penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dan memastikan proses politik di Indonesia berjalan bersih serta bebas dari praktik transaksional. Aksi ini juga mendapat dukungan luas dari kalangan muda di berbagai daerah.
Aktivis muda nasional, Muhammad Fithrat Irfan, turut memberikan dukungan dan simpati dari pemuda di berbagai provinsi, termasuk Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Jambi. Menurutnya, masih banyak kasus korupsi yang dilaporkan ke KPK namun belum tuntas penanganannya. "Banyak kasus korupsi yang telah dilaporkan ke gedung KPK RI tak kunjung tuntas dalam penyelesaiannya. Salah satunya kasus suap DPD RI, serta beberapa kasus lain seperti korupsi dana haji dan korupsi proyek Kereta Whoosh," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, para pemuda juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Jambi agar tidak mengabaikan isu transparansi dan akuntabilitas di daerah. Mereka menegaskan bahwa peran pemerintah daerah dalam mendorong penegakan hukum dan tata kelola bersih harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar retorika. "Kami meminta Gubernur Jambi turut mendorong KPK untuk menuntaskan kasus ini. Jambi tidak boleh menjadi wilayah yang diam terhadap ketidakadilan," tegasnya.
APPJ berencana melanjutkan aksi serupa pada Jumat (31/10/2025) dengan jumlah massa yang lebih besar, bertepatan dengan agenda kunjungan KPK RI ke Jambi. Bagi APPJ, perjuangan ini adalah bentuk tanggung jawab moral generasi muda untuk memastikan Jambi terbebas dari praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. "Kami hanya ingin satu hal: keadilan ditegakkan, agar rakyat Jambi tak lagi dirugikan oleh permainan elite," tutup pernyataan resmi APPJ.
Tim/red
0 Komentar