Tuban, Jawa Timur, matalensa.my.id - Menyusul maraknya keluhan masyarakat Kabupaten Tuban terkait kendaraan yang mendadak bermasalah (brebet) setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite, aparat kepolisian bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban melalui UPTD Metrologi Legal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU pada Senin, 27 Oktober 2025.
Sidak pertama dilakukan di dua lokasi, yaitu SPBU Pertamina 53.623.21 Patung Tuban dan SPBU Pertamina 54.623.18 Dasin, Kecamatan Jenu.
Isu mengenai BBM oplosan yang diduga tercampur air tengah marak di wilayah Tuban, Surabaya, dan sekitar Bojonegoro. Hal ini menyebabkan banyak kendaraan roda dua mengalami mogok. Banyak pengendara melaporkan bahwa motor mereka mengalami mogok, brebet, dan sulit dinyalakan setelah mengisi Pertalite di beberapa SPBU yang distribusinya berasal dari Fuel Terminal Tuban.
Terdapat dugaan bahwa BBM Pertalite tercemar air, yang mengakibatkan kerusakan pada mesin kendaraan, termasuk fuel pump. Pertamina telah merespons keluhan ini dengan menjanjikan uji ulang kualitas dan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap BBM tersebut, serta memastikan pasokan BBM tetap lancar.
Selain itu, pihak kepolisian di Tuban juga melakukan pemeriksaan ke SPBU terkait keluhan masyarakat tersebut. Masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM dengan bijak dan melaporkan jika menemukan indikasi BBM oplosan atau kualitas BBM yang buruk.
Secara singkat, masalah BBM oplosan ini berpotensi memengaruhi kendaraan roda dua di Tuban dan Surabaya, menyebabkan mogok massal. Masalah ini sedang ditindaklanjuti oleh Pertamina dan aparat keamanan untuk mencari solusi dan memastikan keamanan BBM yang beredar di masyarakat
Tim/red
0 Komentar