Rakornas BSSN: Sinergi Lintas Sektor Kunci Hadapi Ancaman Siber Infrastruktur Vital



Depok – matalensa.my.id  - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV) dengan tema “Bersinergi Memetakan Interdependensi dalam rangka Memperkuat Keamanan Siber Infrastruktur Informasi Vital Nasional”, Kamis (24/9/2025), di Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat.


Kegiatan tersebut dihadiri 125 peserta dari kementerian/lembaga pembina sektor IIV yang meliputi keuangan, energi, pangan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), transportasi, kesehatan, pertahanan, serta administrasi pemerintahan.


Kepala BSSN Nugroho S. Budi dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan siber IIV.


“Kehadiran Bapak/Ibu merupakan wujud nyata upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam rangka memperkuat keamanan siber IIV nasional,” ucapnya.


Asisten Deputi Hubungan Luar Negeri, Komunikasi, dan Digital Kementerian Sekretariat Negara, Johar Arifin, menekankan perlunya peningkatan koordinasi antar sektor. Ia mengingatkan bahwa saling ketergantungan infrastruktur vital berpotensi menimbulkan dampak berantai (cascading effect) jika tidak diantisipasi melalui strategi mitigasi yang matang.


Sementara itu, Wakil Menko Polhukam Lodewijk F. Paulus mendorong agar rakornas ini menghasilkan langkah-langkah strategis yang nyata. Menurutnya, kolaborasi publik-privat harus diperkuat melalui mekanisme pertukaran informasi yang relevan, termasuk intelijen siber, guna mendukung respons dini dan mitigasi insiden.


Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono turut hadir memberikan pandangan. Ia menegaskan perlunya percepatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital.


“Perlu aksi nyata: pembentukan tim tanggap insiden siber (TTIS) di setiap sektor. Perlindungan IIV harus dijadikan prioritas dan mendapat dukungan anggaran,” tegasnya.


Rakornas ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi nasional dalam pelindungan IIV, sekaligus memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.


(Red)


Posting Komentar

0 Komentar