Bojonegoro, matalesa.my.id - Di tengah hiruk pikuk modernitas yang kian menggila, sebuah desa kecil di Bojonegoro, Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, menghadirkan pemandangan yang menghangatkan hati. Tradisi Sedekah Bumi, yang digelar pada Senin, 25 Agustus 2025, bukan sekadar ritual usang, melainkan sebuah perayaan hidup yang membangkitkan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Ratusan warga tumpah ruah, memadati Situs Sumur Pudak dan halaman Kantor Desa Sidorejo, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama dalam sebuah drama budaya yang memukau. Tumpeng-tumpeng menjulang, dihiasi buah-buahan hasil bumi, menjadi simbol syukur yang nyata atas limpahan rezeki yang diberikan Sang Pencipta.
Di bawah langit Bojonegoro yang cerah, doa-doa dipanjatkan, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh desa. Kepala Desa Sidorejo, Herman, ST, dengan suara bergetar, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi warganya. "Sedekah Bumi adalah jantung desa kita, tempat di mana nilai-nilai luhur nenek moyang terus hidup dan berkembang," ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.
Camat Sukosewu, Andrianto S.Sos, menambahkan, "Tradisi ini bukan hanya sekadar cagar budaya, tetapi juga lem perekat persaudaraan. Di sini, kita belajar untuk saling menghargai, saling membantu, dan saling mencintai."
Namun, yang paling memukau adalah semangat kebersamaan yang terpancar dari setiap wajah. Tua, muda, anak-anak, semua larut dalam kegembiraan. Prosesi adat dijalankan dengan khidmat, hidangan dinikmati bersama, dan kesenian tradisional ditampilkan dengan penuh semangat.
Sedekah Bumi Desa Sidorejo bukan hanya sebuah acara, melainkan sebuah pengalaman yang menggetarkan jiwa. Di tengah arus modernisasi yang menderas, desa ini berhasil mempertahankan jati dirinya, mempererat ikatan sosial, dan merayakan kehidupan dengan cara yang sederhana namun bermakna. Ini adalah pesta rakyat yang sesungguhnya, sebuah oase di tengah gurun individualisme, sebuah bukti bahwa tradisi masih memiliki kekuatan untuk mempersatukan dan menginspirasi.
Acara ini adalah cermin bagi kita semua, bahwa di tengah kesibukan dan keramaian dunia, kita tidak boleh melupakan akar budaya kita. Sedekah Bumi Desa Sidorejo adalah pengingat bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur.
(Gendut)


0 Komentar