Krangkong Bergelora: Karnaval Budaya Mengukir Sejarah di HUT RI ke-80!



Kepohbaru, 23 Agustus 2025, matalensa.my.id – Di tengah hiruk pikuk perayaan kemerdekaan, Desa Krangkong menggeliat dengan semangat yang membara. Pemerintah Desa (Pemdes) Krangkong, Karang Taruna MUDA KARYA, dan KKN UNUGIRI Bojonegoro berkolaborasi menciptakan karnaval budaya yang tak hanya memukau mata, tetapi juga menyentuh relung jiwa. Perayaan HUT RI ke-80 ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah perjalanan emosional yang membangkitkan rasa cinta dan bangga terhadap identitas bangsa.

 

Dari ujung desa hingga ke setiap sudut hati, pawai ini berhasil merangkul seluruh elemen masyarakat. Anak-anak dari PAUD hingga SD Krangkong dengan kepolosan mereka mempersembahkan kekayaan budaya, sementara kehadiran perwakilan Polsek dan Koramil Kepohbaru memberikan jaminan keamanan dan dukungan penuh.

 


Inilah barisan peserta pawai budaya yang menggetarkan sanubari:

 

1. Badarawuhi – Mistis dan memikat, membawa penonton ke alam legenda yang penuh misteri.

2. Bali – Keindahan Pulau Dewata hadir dalam harmoni gerak dan warna, memanjakan mata dan jiwa.

3. Penting Melu Mlaku Timbang Turu Garai Lemu – Sederhana namun menggelitik, mengingatkan akan pentingnya bergerak aktif dan mensyukuri hidup.

4. Pokoe Budal – Semangat pantang menyerah, simbol keberanian untuk melangkah maju menghadapi tantangan.

5. Jowo Nyel – Keunikan dan keluwesan budaya Jawa yang tak lekang oleh waktu, menghadirkan nostalgia dan kebanggaan.

6. Sedekah Bumi Langen Tayub – Ritual sakral yang memohon berkah dan kesuburan bumi, menjaga keseimbangan alam dan kehidupan.

7. Djaman Kerajaan – Kilas balik kejayaan masa lalu, memori kolektif yang membangkitkan semangat nasionalisme.

8. Roro Jonggrang – Legenda cinta dan pengorbanan yang abadi, mengajarkan tentang kekuatan hati dan harga diri.

9. Halloween Party – Sentuhan modern yang menyegarkan, membuktikan bahwa budaya dapat beradaptasi tanpa kehilangan identitas.

10. Wayae Wong Lawas Tampil – Penghormatan kepada para pendahulu, sumber inspirasi bagi generasi penerus.

11. Tari Kembul Mumbul Khas Daerah Istimewa Yogyakarta – Gerakan dinamis yang memancarkan energi dan keceriaan, mengajak semua untuk bergembira.

12. Kayangan Api – Api abadi yang menjadi saksi bisu sejarah dan perjuangan, simbol semangat yang tak pernah padam.

13. Wilwatikta Amukti Palapa – Janji suci yang menginspirasi persatuan dan kesatuan, mengingatkan akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa.

14. Roro Jonggrang – (Pengulangan yang disengaja) Mengingatkan akan kekuatan cinta dan dendam, serta pentingnya memaafkan dan melupakan.

15. Sinden – Suara merdu yang menghipnotis, membawa pendengar ke dimensi lain, merasakan keindahan seni dan budaya.

 


Pawai budaya ini dimulai dari Dusun Krangkong Templek, melintasi jalan-jalan desa, dan berakhir di lapangan Desa Krangkong. Dan di pimpin langsung oleh bapak lurah dan rombongan pemdes,Ribuan warga berbondong-bondong menyaksikan, memberikan semangat dan dukungan kepada para peserta.

 

Di tengah kemeriahan, Kepala Desa Krangkong, Musdwiyanto, menyampaikan pesan yang mendalam. "Semoga acara ini bisa mendidik anak-anak kecil supaya tahu bahwa budaya Indonesia itu lebih indah daripada luar negeri," ujarnya dengan mata berbinar. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat Desa Krangkong atas partisipasi dan dukungan yang luar biasa.

 

Karnaval budaya ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah deklarasi cinta kepada tanah air. Semangat kebersamaan dan kebanggaan akan budaya lokal menjadi energi yang akan terus membara di hati setiap warga Krangkong, mengukir sejarah baru yang akan dikenang sepanjang masa.


(Gendut)

Posting Komentar

0 Komentar