Sumut, 26 Agustus 2025 – matalensa.my.id - Assosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) mengecam keras tindakan arogan dan intimidatif yang dilakukan MR Siregar, Plt Kabid PSP Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, terhadap seorang pimpinan redaksi media lokal. Insiden ini terjadi terkait pemberitaan mengenai evaluasi Brigade Pangan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, MR Siregar diduga merendahkan profesi jurnalis dengan ucapan bernada penghinaan, antara lain: “Jangan sampai saya menganggapmu seperti anjing menggonggong, kafilah berlalu” serta mempertanyakan legalitas wartawan dengan kalimat: “Apa kau wartawan aktif, dan dari media apa, kuanggap kau wartawan tidak jelas.”
Ketua A-PPI, Hardep, menegaskan bahwa ucapan tersebut adalah bentuk nyata arogansi pejabat publik sekaligus pelecehan terhadap kebebasan pers.
“Kami menganggap tindakan MR Siregar sebagai penghinaan terhadap profesi wartawan sekaligus upaya membungkam suara kritis. Ini tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.
Tuntutan A-PPI:
1. Bupati Deli Serdang, Asriludin Tambunan, diminta bertanggung jawab secara moral dan politik membersihkan pemerintahan dari oknum yang merusak citra daerah.
2. Segera menonaktifkan dan mencopot MR Siregar dari jabatannya, tanpa pandang bulu meski disebut sebagai ‘orang dekat’ Bupati.
3. Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam diminta melakukan investigasi atas dugaan penyimpangan dan potensi praktik korupsi di lingkungan Dinas Pertanian.
Wakil Ketua A-PPI Sumut, Roymansyah, mempertanyakan sikap alergi MR Siregar terhadap pemberitaan.
“Mengapa ia begitu reaktif padahal berita tidak menyebut nama individu? Apakah ada hal yang disembunyikan? Kami minta penegak hukum segera turun tangan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen A-PPI, Irene Sinaga, S.H., menegaskan bahwa pelecehan dan upaya menghalangi kerja wartawan jelas melanggar Pasal 18 ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan ancaman pidana bagi pelakunya.
“Bupati harus memberi contoh dengan mencopot pejabat arogan. Ini akan jadi efek jera bagi ASN lain yang anti kritik,” pungkasnya.
(Red)

0 Komentar